Tuesday, September 12, 2017

MENYUSUN KAJIAN TEORI PENELITIAN PENGEMBANGAN



MENYUSUN KAJIAN TEORI PENELITIAN PENGEMBANGAN

Mohammad Syamsul Anam
Jurusan Pendidikan Olahraga, Pascasarjan
Universitas Negeri Malang

Abstrak: Menjelaskan tentang pengertian dan fungsi teori, tujuan dan isi kajian teori, cara mendapatkan sumber kepustakaan kajian teori, langkah-langkah dalam penyusunan kajian teori. Metode yang digunakan adalah (1) mengumpulkan konsep-konsep mengenai kajian teori penelitian pengembangan, (2) mengumpulkan data yang diperoleh dari analisis laporan penelitian (tesis). Hasil adalah (1) kajian teori yang disusun dalam laporan penelitiannya adalah profil bolavoli, analisis kondisi fisik bolavoli, latihan fisik, latihan beban, model latihan beban untuk pemain bolavoli tingkat intermediet, penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir, (2) kebanyakan teori yang di rujuk lebih dari 10 tahun terakhir, (3) sumber teori yang digunakan semua berasalkan dari buku (sumber primer).

Kata Kunci: Teori, R & D.

Salah satu tahapan proses penelitian yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah menyusun kajian teori. Kajian teori dalam laporan penelitian dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan (UM, 2010:50). Proses menyusun kajian teori merupakan proses yang sangat menentukan langkah penelitian berikutnya. Maka dari itu seorang peneliti harus memiliki perhatian yang tinggi terhadap masalah kajian teori. Banyak peneliti yang terhenti proses penelitiannya hanya karena tidak memahami cara mendapatkan teori yang relevan dengan topik penelitiannya, atau peneliti tidak memiliki referensi yang cukup memadai untuk melengkapi tahapan kajian teorinya, sehingga dasar pijakan dalam penelitianya rapuh. 
Menurut Winarno (2013:39) kajian pustaka merupakan segala informasi tertulis (teori) yang relevan dengan masalah penelitian, digunakan sebagai rujukan dalam menentukan masalah dan kerangka berfikir, yang diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, kerangan ilmiah, skripsi/tesis/disertasi, ensiklopedia, buku tahunan, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan sumber-sumber yang lain. Proses pemilihan teori yang relevan dengan topik penelitian merupakan proses yang memerlukan kecapakan dan strategi tertentu. Seorang peneliti akan mudah menyusun kajian teori manakala ia paham betul topik masalah yang hendak ditelitinya, kemudia ia memiliki kemampuan untuk menemukan referensi yang dibutuhkanya. 
Proses kajian teori dilakukan sejak peneliti memikirkan masalah yang akan ditelitinya, bersamaan dengan pencarian dan penemuan masalah itulah para peneliti mencari dan menemukan referensi yang relevan dengan topik kajiannya, disamping itu kajian teori merupakan bagian dari proposal penelitian, yang merupakan langkah awal dari proses penelitian. Untuk membuat proposal penelitian pengembangan yang berkualitas selain kemampuan menemukan masalah yang urgent dan pemilihan metode penelitian yang relevan, bagian yang tidak kalah pentingnya adalah menyusun kajian teori. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang diarahkan untuk menghasilkan produk, desain, dan proses. Sebelum seorang peneliti menghasilkan suatu produk diperlukan kajian teori yang mendukung pembuatan produk dan sebagai landasan dalam menciptakan atau memperbaiki produk hasil penelitian. Menurut Sukmadinata (2015:172) untuk mengembangkan suatu produk pedidikan diperlukan studi literatur. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatu produk.
Maka dari itu seorang peneliti benar-benar harus memahami apa itu pengertian dan fungsi kajian teori, tujuan dan isi kajian teori, sumber kepustakaan dan langkah-langkah menyusun teori, terutama pada penelitian dan pengembangan (R & D).

Pengertian dan Fungsi Kajian Teori Penelitian Pengembangan
Kajian teori dalam proses penelitian merupakan salah satu tahapan yang penting untuk diperhatikan oleh para peneliti. Para ahli memberikan banyak definisi teori dalam penelitian. Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep, generalisasi yang dapat dijadikan landasan teoretis bagi penelitian yang akan dilakukan. Landasan ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error). Menurut Winarno (2013:39) Kajian pustaka merupakan segala informasi tertulis (teori) yang relevan dengan masalah penelitian, digunakan sebagai rujukan dalam menentukan masalah dan kerangka berfikir, yang diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, kerangan ilmiah, skripsi/tesis/disertasi, ensiklopedia, buku tahunan, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan sumber-sumber yang lain.
Landasan teoritis ini penting artinya bagi seorang peneliti karena penelaahan kepustakaan ini merupakan bagian penting dalam proses penelitian Setyosari & Widijoto (2007:64). Menurut Sugiyono (2015:81) suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum. Konseptualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui jalan yang sistematis. Suatu teori harus dapat diuji kebenarannya, bila tidak, dia bukan teori. Budiwanto (2005:27) kajian pustaka adalah menghimpun dan memperoleh segala informasi dan bahan-bahan tertulis dari sumber-sumber kepustakaan yang dimanfaatkan sebagai acuan penelitian.
Bedasarkan beberapa penjelasan dari ahli dapat disimpulkan kajian teori atau kajian pustaka adalah segala sesuatu informasi tertulis (teori) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel atau masalah yang diteliti, digunakan sebagai rujukan dalam menentukan masalah dan kerangka berfikir sekaligus sebagai acuan/landasan dalam penelitian.
Berbicara mengenai penelitian pengembangan untuk mengembangkan suatu produk diperlukan suatu literatur. Menurut Sukmadinata (2015:172) studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatu produk. Terutama produk yang berbentuk model, program, dan sejenisnya memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu. Untuk menggali konsep-konsep atau teori-teori mendukung suatu produk perlu dilakukan kajian literatur secara intensif. Kajian teori dalam laporan penelitian dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan (UM, 2010:50).
Bedasarkan paparan ahli dapat disimpulkan kajian teori dalam penelitian pengembangan adalah segala sesuatu informasi tertulis (teori) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel atau masalah yang diteliti, kajian teori ini diharapkan menjadi landasan teoretik mengapa masalah itu perlu dipecahkan dan mengapa cara pengembangan produk tersebut dipilih. Kajian teoretik mengenai model dan prosedur yang akan digunakan dalam pengembangan juga perlu dikemukakan dalam bagian ini, terutama dalam rangka memberikan pembenaran terhadap produk yang akan dikembangkan.

Tujuan dan Isi Kajian Teori
Teori dalam penelitian menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan fenomena dan  objek yang akan diteliti. Artinya ketika seorang akan menjelaskan tentang masalah, maka teori yang di ambil harus yang menjelaskan tentang masalah bukan yang lain. Menurut Winarno (2013:35) peran kajian pustaka sebelum penelitian sangat penting sebab melalui kegiatan ini hubungan antara masalah penelitian dan teori yang relevan menjadi lebih jelas. Kajian pustaka yang dilakukan sebelum penelitian mempunyai tujuan-tujuan berikut: (1) mencari informasi yang relevan dengan masalah yang akan diteliti, (2) memperdalam pengetahuan peneliti mengenai hal-hal yang menyangkut masalah dan bidang yang sedang diteliti maupun mengenai berbagai metode penelitian, termasuk rancangan penelitian, pengembangan instrumen, penarikan sampel maupun teknik analisis data, (3) mengkaji teori-teori yang relevan denganmasalah yang akan diteliti sebagai landasan dan acuan teoritis yang tepat, (4) mengkaji hasil-hasil penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah diteliti, apa saja temuan-temuannya, dan bagian-bagian mana yang belum diteliti, (5) mendapat informasi mengenai aspek-aspek mana dari topik yang sama yang sudah pernah diteliti, agar dapat dihindari duplikasi.
Selama penelitian berlangsung, kajian pustaka juga masih perlu dilakukan untuk tujuan-tujuan berikut: (1) mengumpulkan informasi yang lebih khusus tentang variabel-variabel yang sedang diteliti, (2) memanfaatkan informasi yang ada kaitannya dengan teori-teori yang sesuai sebagai landasan penelitianyang sedang dilakukan, (3) mengumpulkan dan memanfaatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan metodologi penelitian agar dapat menemukan atau menyusun instrumen pengumpulan data yang tepat maupun teknik analisis data yang sesuai.

Sumber Kajian Teori atau Kepustakaan
Kagiatan penelitian merupakan kegiatan ilmiah, sehingga memerlukan informasi atau teori-teori keilmuan. Menurut Winarno (2013:36) dukungan keilmuan tersebut dapat berupa sumber pustaka yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, yang dirujuk (diambil) dari sumber primer, sumber sekunder, dan tersier. Bahan pustaka dari sumber primer berasal dari karangan asli yang ditulis oleh orang yang mengalami, mengamati atau mengerjakan sendiri. Bahan pustaka seprti itu bisa berupa buku harian (autobiography), tesis/disertasi, laporan penelitian, dan hasil wawancara, selain itu sumber primer dapat juga berupa laporan pandangan mata atau reportase dan statistik sensus penduduk.
Sumber pustaka sekunder (secondary source) adalah tulisan-tulisan yang berupa laporan penelitian orang lain, tinjauan, ringkasan, kritik, dan tulisan-tulisan mengenai hal-hal tidak langsung disaksikan atau dialami sendiri oleh penulis. Kepustakaan sekunder juga terdapat dalam ensiklopedia, kamus, buku pegangan, laporan indeks, text-books, dan abstrak.
Peneliti dalam melakukan kajian pustaka harus sejauh mungkin untuk menggunakan sumber kepustakaan primer yang informasinya lebih otentik, tetapi tidak selamnya mudah dalam mendapatkan bahan pustaka yang relevan dari sumber primer. Dengan demikian peneliti bisa menggunakan bahan-bahan dari sumber kepustakaan sekunder. Sedangkan sumber tersier dapat digunakan sebagai informasi awal dan untuk penelusuran lebih lanjut. Sumber tersier terutama berupa indeks, abstrak, dan biografi.

Langkah Penyusunan Kajian Teori
Sugiyono (2015:90-91) mengatakan bahwa secara umum langkah-langkah untuk dapat melakukan kajian teori adalah sebagai berikut: (1) Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya, (2) Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, laporan penelitian, (Skripsi, Thesis, Disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti, (3) Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti. (Untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan), (4) Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, (5) Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dna buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca, (6) Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber-sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutif atau digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.

METODE
Metode yang digunakan adalah (1) mengumpulkan konsep-konsep mengenai kajian teori penelitian pengembangan, (2) mengumpulkan data yang diperoleh dari laporan penelitian (tesis) Fadhil N R tahun 2013 yang berjudul pengembangan model latihan beban untuk meningkatkan kemampuan fisik pemain bolavoli. Data yang diambil adalah data mengenai kajian teori yang dibuat atau disusun oleh peneliti untuk mengembangkan produk penelitiannya, (3) menganalisis dan membandingkan data hasil analisis laporan penelitian dengan konsep-konsep kajian teori penelitian pengembangan.

HASIL
(1). Kajian teori yang disusun dalam laporan penelitiannya sebagi berikut: (a) profil bolavoli, (b) analisis kondisi fisik bolavoli, (c) latihan fisik, (d) latihan beban, (e) model latihan beban untuk pemain bolavoli tingkat intermediet, (f) penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir, (2) beberapa teori yang di rujuk lebih dari 10 tahun terakhir, (3) sumber teori yang digunakan semua berasalkan dari buku.

PEMBAHASAN
Kajian teori yang disusun dalam laporan penelitian (tesis) Fadhil N R tahun 2013 yang berjudul pengembangan model latihan beban untuk meningkatkan kemampuan fisik pemain bolavoli sebagi berikut: (1) profil bolavoli, (2) analisis kondisi fisik bolavoli, (2) latihan fisik, (3) latihan beban, (4) model latihan beban untuk pemain bolavoli tingkat intermediet, (5) penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir. Menurut Budiwanto (2005:27) kajian pustaka adalah menghimpun dan memperoleh segala informasi dan bahan-bahan tertulis dari sumber-sumber kepustakaan yang dimanfaatkan sebagai acuan penelitian. Kajian teori dalam laporan penelitian dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan (UM, 2010:50). Jadi dari perbandingan tersebut dapat dikatakan bahwa kajian teori yang disusun sudah sesuai dan relevan dengan variabel terikat dan variabel bebas sebagai acuan dalam penelitian pengembangan model latihan beban.
Beberapa sumber rujukan yang digunakan dalam penelitian pengembangan tersebut lebih dari 10 tahun terakhir, artinya sumber yang digunakan kurang up to date. Padahal menurut Budiwanto (2005:27) kreteria dalam memilih bahan pustaka adalah kemuhtahiran dan relevansi. Artinya menyusun kajian teori setidaknya acuan teori yang dipilih benar-benar terbaru dan representatif, kebaruan dalam mengambil sumber acuan merupakan keputusan yang penting. Karena perkembangan keilmuan yang selalu berkembang, maka suatu teori perlu di update secara terus menerus.
Sumber teori yang digunakan bisa berasal dari mana saja sesuai dengan kebutuhan penelitian. Sumber-sumber teori yang digunakan dalam penelitian tersebut kebanyakan menggunakan sumber yang berasal dari buku atau primer. Sedangkan menurut Winarno (2013:36) dukungan keilmuan tersebut dapat berupa sumber pustaka yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, yang dirujuk (diambil) dari sumber primer, sumber sekunder, dan tersier. Bahan pustaka dari sumber primer berasal dari karangan asli yang ditulis oleh orang yang mengalami, mengamati atau mengerjakan sendiri. Bahan pustaka seprti itu bisa berupa buku harian (auto biography), tesis/disertasi, laporan penelitian, dan hasil wawancara, selain itu sumber primer dapat juga berupa laporan pandangan mata atau reportase dan statistik sensus penduduk.

KESIMPULAN
(1) Kajian teori yang disusun sudah sesuai dan relevan dengan variabel terikat dan variabel bebas sebagai acuan dalam pengembangan model latihan beban. (2) Teori-teori yang dikutip terbilang teori lama karena kutipannya lebih dari 10 tahun terakhir, butuh penyegaran teori yang sifatnya kemuhtahiran ( keterbaruan). (3) Sumber-sumber teori yang digunakan hanya berasal dari buku (primer), perlu penambahan teori yang berasal dari sekunder atau tersier, tujuannya untuk melengkapi atau memperkuat dari teori yang diadopsi. Contoh hasil dari rangkuman laporan penelitian (jurnal, artikel) yang terbaru.

SARAN
Sebaiknya dalam menyusun kajian teori harus mengkombinasikan sumber kepustakaan dari primer, sekunder dan tersier. Kajian teori yang dipilih sebagai acuan yaitu benar-benar terbaru/aktual, kebaruan dalam mengabil sumber acuan merupakan keputusan yang penting. Karena perkembangan keilmuan yang selalu berkembang, maka suatu teori perlu di update secara terus menerus.



DAFTAR RUJUKAN

7 comments:

  1. TRIMAKASIH PAK , SAYA AMBIL SEBAGAI REFERENSI DESERTASIPAK , BAGUS SEKALI POINT2 JELAS .

    ReplyDelete
  2. Maaf pak contoh kajian teori tentang pencuri .seperti apa .saya mau jadikan contoh untuk makalah .

    ReplyDelete
  3. Terimakasih pak ilmunya Sangat membantu saya sedang melakukan penelitian pengembangan

    ReplyDelete
  4. Terima kasih, materi nya menarik pak. semoga dapat membantu penulisan laporan penelitian

    ReplyDelete
  5. Terima kasih, pak, ulasan yang bermanfaat sekali dalam penyusunan konsep model desain instruksional

    ReplyDelete